APRESIASI SENDIRI MALAM INI - FARIZ RM TENTANG EFISIENSI WAKTU
Sebenarnya, penulis ingin membuat kurasi tentang lagu Adek Berjilbab Ungu yang dicover oleh "Syubbanul muslimin" Gus Azmi & Ahkam. Namun rasanya tak perlu, biarlah sejarah perjalanan musik Indonesia berjalan seperti apa adanya. Lagu-lagu macam HATI YANG LUKA sampai sekarang juga masih banyak peminatnya. Coba kali ini kita memahami (bukan kurasi, bukan kritik) sebuah lagu SENDIRI MALAM INI dari album PANGGUNG PERAK yang ditulis dan diaransemen oleh FARIZ INDRAPRASTI MALIK RUSTAM MUNAF atau mendiang Chryse menyebutnya dengan FARIZ RM saja. Kita hadiahkan bacaan Al Fatehah untuk Chryse. Al Fatehah.
Silahkan klik tombol play (segitiga) pada audio control di bawah ini untuk mendengarkan sekilas lagu SENDIRI MALAM INI FARIZ RM album PANGGUNG PERAK. Maaf, jangan lupa cari Versi Aslinya ya?
PANGGUNG PERAK sebuah album musik pop Indonesia tahun 1981. Bergarap rumit, spekulatif, variatif dan eksperimental, untungnya dapat diterima pasar. PANGGUNG PERAK adalah sebuah album single milik seorang musisi berumur 20 tahunan yang tidak hanya pandai, tapi sangat menguasai instrument musik. Vokalis handal, arranger hebat, pencipta lagu serta penulis yang dahsyat lirik-lirik lagunya. Dialah FARIZ RM. Boleh dibilang, FARIZ RM ADALAH BEGAWAN MUSIK INDONESIA. Ingatkah kita dengan BEGAWAN BISMA? Kemampuan FARIZ RM setara dengan BISMA. Menguasai segala jenis senjata, ahli strategi, sebenarnya tak terkalahkan, meski akhirnya harus menyerah demi keseimbangan jagad raya dalam MAHABARATA.
Begitu tombol (cetek-an) play berwarna biru pada tape recorder ditekan, menunggu sekian detik, kita yang memutar kaset PANGGUNG PERAK - FARIZ RM, pendengar langsung disuguhi suara singkat seperti saat kita mencari tuning gelombang stasiun radio transistor. Suara singkat mencari gelombang stasiun radio itu kemudian disambung dengan suara singkat seperti gemuruh hujan bersamaan dengan music intro yang indah dan bersemangat, menjadi pembuka lagu SANDRA AMEIDO. Lagu SANDRA AMEIDO ini menjadi hits, begitu pula dengan beberapa lagu lain seperti DIANTARA KATA, SEHARI, PENAWAR PERINDU, DUNIA DIBATAS SENJA duet bersama CHANDRA DARUSMAN, AWAL KISAH, dan PANGGUNG PERAK.
Edan memang Fariz RM saat itu. Pada usia yang sangat muda sudah mampu membuat album yang hampir semua lagu dalam album tersebut disukai banyak orang. Direquest banyak pendengar sehingga sering terdengar di stasiun-stasiun radio saat itu. Namun ada satu lagu pada album FARIZ RM - PANGGUNG PERAK yang sangat penting untuk dibahas di sini. Lagu ini seperti melompat dari jamannya yaitu lagu dengan judul SENDIRI MALAM INI. Begitu hebatnya komposisi lagu ini. Andaikan saat ini terkumpul relawan yang me-remake lagu ini apa adanya, maka akan semakin dapat dipahami betapa hebatnya kemampuan musikalisasi seorang FARIZ RM.
MATERI KURASI LAGU SENDIRI MALAM INI - FARIZ RM
Lagu SENDIRI MALAM INI adalah lagu pertama SIDE B pada album PANGGUNG PERAK. Berdurasi 6 menit 45 detik. Untuk mendengarkan versi lengkap lagu SENDIRI MALAM INI - FARIZ RM PANGGUNG PERAK silahkan buka tab baru dan searching di situs Youtube.Com. Berikut ini lirik lagunya :
SENDIRI MALAM INI
Di tengah tenggang waktu yang berlalu,
Di malam syahdu itu.
Rintik hujan yang masih saja berlangsung,
Menambah lesu diriku.
Seolah tiada mengerti makna waktu di hatiku,
Yang telah resah membeku terbawa di kalbu.
Mengharap hangatnya hening bersama dirimu,
Di sana.
Harap dan cemas kian memadu,
Selaras bayang sayu.
Dalam cita yang ada kuingin beranjak maju,
Malam itu.
Seolah tiada mengerti makna waktu di hatiku,
Yang telah resah membeku terbawa di kalbu.
Mengharap hangatnya hening bersama dirimu,
Di sana.
Lagu, lirik dan aransemen oleh Fariz RM, Judul Album PANGGUNG PERAK, diproduksi oleh FARIZ RM untuk FARIZ ORGANIZATION, didistribusikan oleh AKURAMA MUSIK, tahun rilis 1981.
KURASI LAGU SENDIRI MALAM INI - FARIZ RM
Sebelum intro lagu, seperti halnya lagu SANDRA AMEIDO, lagu SENDIRI MALAM INI - FARIZ RM didahului dengan ilustrasi suara. Bila pada lagu SANDRA AMEIDO yang dipakai adalah suara tunning gelombang radio transistor, sedang pada lagu SENDIRI MALAM INI menggunakan ilustrasi rekaman suara katak. Rekaman suara jangkrik dan katak bersahut-sahutan seperti di pinggir rawa atau pinggir sawah, bergaung, dan sangat jernih. Baru pada ilustrasinya saja sudah memancing kecerdasan apresiatif dan membawa imajinasi pendengarnya ke suasana kesunyian malam musim penghujan.
Namun kesunyian itu segera terbias begitu musik intro dimainkan. Suara efek bass terpetik mendekati beat rock berbarengan dengan brass disusul roll drum membuyarkan kesunyian itu. Suasana sunyi malam semakin berubah panas gelisah ketika suara bass dan drum diiringi suara synthesizer. Apalagi ketika lead synthesizer mulai dimainkan. Dari intro lagu SENDIRI MALAM INI, dapat dimengerti munculnya kegelisahan FARIZ RM yang ingin diceritakan. Yang jelas bukan tentang indahnya jalinan cinta, bukan canda tawa, apalagi hanya kabar sekedarnya. Tapi ada sesuatu yang membuat hati tak tenteram. Ada gejolak dalam diri seorang FARIZ RM muda yang perlu diungkapkan agar beban jiwanya sedikit berkurang.
Memang bila diterka sekilas mentah, ide cerita lagu FARIZ RM - SENDIRI MALAM INI mungkin sangat sederhana sekali. Bisa jadi hanyalah CERITA GAGAL NGAPELIN PACAR KARENA HUJAN. Gitu doang! Tapi apakah benar begitu? Rasanya kok tidak. Pasti ada sesuatu yang lain tak biasa. Kita melihat ada energi serta inspirasi yang luar biasa pada proses aransemen lagu ini. Ada beberapa lirik dalam lagu ini yang tak wajar dan perlu kita garisbawahi, yaitu "Seolah tiada mengerti makna waktu di hatiku" dan "Mengharap hangatnya hening bersama dirimu…. Di sana." Jadi meloncat-loncat ya? Baiklah kita mulai dari verse bait pertama.
Pada verse bait pertama lagu SENDIRI MALAM INI, Fariz RM memberi pengantar, "Di tengah tenggang waktu yang berlalu, di malam syahdu itu". Sastra lirik langsung terasa di sini. Dipilih kalimat DI TENGAH TENGGANG WAKTU. Bukan "di tengah-tengah waktu". Selain untuk menunjukkan keakuratan timing cerita lagu, kalimat tersebut juga menunjukkan eksistensi lagu SENDIRI MALAM INI bukan lagu naturalis, namun lagu sastra, perlu pemaknaan lebih dalam. Sehingga sampai penggunaan nada, ritme, hingga pemilihan jenis instrumen musik sebenarnya perlu dikaji. Tapi itu membutuhkan durasi panjang, dan takutnya kita tak mampu menyelesaikan apresiasi lagu ini.
Verse bait pertama lagu FARIZ RM - SENDIRI MALAM INI "Di tengah tenggang waktu yang berlalu, di malam syahdu itu," menceritakan pada suatu malam, musisi sedang menunggu di suatu tempat, setelah selesai menjalankan suatu aktivitas, masih mempunyai rencana hendak melaksanakan aktivitas lain. Dikarenakan terhalang suatu keadaan, belum memungkinkan untuk melaksanakan aktivitas lain yang telah direncanakan. Setelah sekian saat menunggu, kondisi yang menghalangi belum jua berhenti. Membuat waktu seakan berlalu begitu saja. Lihatlah, FARIZ RM muda telah berbicara tentang WAKTU.
Bait verse selanjutnya, "Rintik hujan yang masih saja berlangsung, menambah lesu diriku." Dituliskan FARIZ sebagai penguat timing dan plot verse lagu SENDIRI MALAM INI. Apakah FARIZ RM menerima keadaan? Ternyata tidak. FA'IZ merasa kesal, sehingga beat musik yang dihasilkan ber-ritme relatif keras. Ingin berontak dari keadaan. Ada sisi diri FARIZ RM yang terlihat meronta-ronta lepas namun tak mampu benar-benar keluar dari keadaan semula. Akhirnya hanya terdiam gelisah di bawah cahaya terang yang terasa temaram.
Pemberontakan FARIZ RM menghasilkan chorus lagu yang sekaligus digunakan sebagai bridge. Seakan sebuah serangan beranjak menajam mencoba menggores keadaan saat itu. "Seolah tiada mengerti makna waktu di hatiku, yang telah resah membeku terbawa di kalbu. Mengharap hangatnya hening bersama dirimu, Di sana….!" Kalimat lirik, SEOLAH TIADA MENGERTI MAKNA WAKTU DI HATIKU digunakan sebagai bridge oleh FARIZ RM sekaligus dimanfaatkan sebagai chorus dalam lagu SENDIRI MALAM INI. Sangat efisien. Dan efektif dipakai menerangkan apa yang sedang dirasakannya saat itu.
Agaknya saat itu FARIZ RM MUDA belum juga menyerah, menekankan keadaan hati "yang telah resah membeku terbawa di kalbu." Padahal FAIZ sebenarnya BERHARAP HANGATNYA HENING BERSAMA DIRIMU, DI SANA….! Diikuti interlude kemudian masuk verse ke-2, masih pada penekanan keadaan hati, namun agak landai, "Harap dan cemas kian memadu, selaras bayang sayu. Dalam cita yang ada kuingin beranjak maju, malam itu." Kalimat BERANJAK MAJU pada lagu SENDIRI MALAM INI dapat dimaknai bahwa FARIZ RM MUDA beranggapan sebenarnya waktu yang kelihatannya berlalu begitu saja tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna.
Selesai melantunkan verse 2, FARIZ RM dalam lagu SENDIRI MALAM INI mengulang chorusnya kembali. "Seolah tiada mengerti makna waktu di hatiku yang telah resah membeku terbawa di kalbu. Mengharap hangatnya hening bersama dirimu, di sana." Fariz RM dengan cerdas seperti menggunakan bridge nada untuk memasuki intro tengah yang panjang dan berpusar ke atas - berputar di ketinggian yang sama - berpusar lagi semakin ke atas - semakin ke atas menembus mega - mega hingga di atas langit dan meneriakkan "SEOLAH TIADA MENGERTI MAKNA WAKTU DI HATIKU YANG TELAH RESAH MEMBEKU TERBAWA DI KALBU. MENGHARAP HANGATNYA HENING BERSAMA DIRIMU, DI SANA."
Bait chorus itu sudah tidak dinyanyikan di bumi lagi, tapi di atas langit pertama dengan lebih tenang. Begitu FARIZ RM hendak menyanyikan bait terakhir "DI SANA" nada suaranya beranjak meninggi lagi dan semakin tinggi. Seakan ingin mencapai ruang kosong luas yang lebih tinggi. Bergerak cepat mengambang. Melesat memutar seperti berkeliling. Diulang dengan overtune agar mencapai ketinggian yang lebih tinggi lagi, hingga terhenti pada batas hampa dan tetap melesat horisontal menuju batas cakrawala yang tak pernah ada.
Pertanyaannya sekarang, mengapa tiba-tiba FARIZ RM MUDA menuliskan BERHARAP HANGATNYA HENING BERSAMA DIRIMU? DISANA? Apakah saat itu FAIZ sudah mengenal meditasi? Mengenal tatacara berkomunikasi dengan TUHAN-nya dengan baik? Atau telah menikmati sholat atau dzikirnya? Kita tidak pernah mengerti, biar beliau sendiri yang tahu akan kedalaman dirinya. Yang jelas, TUHAN memberkati lagu ini. TUHAN-lah yang menguasai waktu. Maklum anak muda. Kita pun sama. Kadang mengabaikan isyarat TUHAN lewat makna tersembunyi.
Meskipun penulis kurang sepakat dengan filosofis WAKTU yang coba disampaikan oleh penulis film LUCY. Namun, penulis sepakat ketika penghargaan terhadap WAKTU dijadikan salah satu indikator dalam perjalanan spiritual. Sehingga ketika FARIZ RM MUDA membahas tentang WAKTU lewat lagu SENDIRI MALAM INI, penulis menganggap bahwa pada saat itu FARIZ RM MUDA telah mendapatkan SINYAL KERINDUAN DARI TUHAN untuknya secara pribadi. Diundang TUHAN agar meluangkan waktu untuk menjalin komunikasi, berduaan saja, bermesraan dengan TUHAN lewat cara-cara yang sewajarnya.
Dikarang oleh : heri ireng