AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA - KEMBALI MEMBUMI
Assalamu'alaikum, Salam sejahtera. Sami seger kuwarasan.
Bagi Anda yang tidak sempat membaca pembahasan ini silahkan dengar Videonya di link berikut ini : AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA - KEMBALI MEMBUMI (APRESIASI MUSIK INDONESIA)
Silahkan klik tombol play (segitiga) pada audio control di bawah ini untuk mendengarkan sekilas lagu AURORA INDRA LESMANA album AKU INGIN. Maaf, jangan lupa cari Versi Aslinya ya?
MATERI KURASI : LIRIK LAGU AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA
AURORA
Kuragu kuresah kumenunggu, kan tiba saatnya putaran waktu.
Tiba-tiba saja kumeluncur, menuju hamparan ruang dan waktu.
Di luar angkasa janjikan sesuatu.
Yang Maha Kuasa kabulkan doaku.
Jangan ada perang bintang.
Biarkan kehidupan tata surya, di dalam galaksi Bima Sakti.
Memberikan warna alam semesta.
Biarkan gerhana silih berganti, aurora tetap di kutub bumi.
Bintang berekor biar jadi saksi.
Terima kasih, pada… Sang Pencipta.
Kubebas kuterbang kumelayang, tanpa harus mengingat batas waktu.
Melompat dalam hampa udara, bernyanyi di keheningan dimensi.
Bumi yang perkasa, manusianya angkuh.
Kini tak terasa, dan sekecil batu.
Di gugusan bintang-bintang.
Lagu : Indra Lesmana. Lirik : Indra Lesmana & Titi Dwijayati. Album : AKU INGIN. Distribusi : team Indonesia. Produksi : Union Artis. Tahun rilis : 1990.
KURASI LAGU AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA
Intro lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA didahului dengan suara efek synthesizer sangat mencerminkan gerakan aurora. Efek synthesizer disusul rhythm kibor, disusul lagi lengkingan distorsi melodi gitar berbarengan dengan drum loop berritme cepat dan disusul nyanyian verse 1. Memang intro Aurora tak seheboh intro Gadis Metal milik Shympony, namun sudah cukup membuat kita mengerti bila lagu ini memakai pendekatan futuristik. Lebih natural daripada Gadis Metal, terlihat berorientasi pada pesan yang ingin disampaikan.
Verse 1 lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA terbaca, "KURAGU KURESAH KUMENUNGGU, KAN TIBA SAATNYA PUTARAN WAKTU." Bila tafsirkan, "Kuragu kuresah kumenunggu kan tiba saatnya putaran waktu" menunjukkan bahwa pada saat itu Indra Lesmana telah mendapatkan informasi tentang wacana akan terjadinya perang antara penghuni gugusan bintang satu dengan penghuni gugusan bintang lain. Meski kurang percaya, tapi Indra Lesmana cenderung meyakininya, sehingga muncul kalimat pernyataan tentang keraguan, keresahan, dan seperti menunggu saat terjadinya perang bintang. Namun, Indra Lesmana tidak menginginkan perang bintang terjadi.
Verse 1 lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA selanjutnya tertulis, "Tiba-tiba saja kumeluncur, menuju hamparan ruang dan waktu." Seperti tokoh protagonis dalam cerita film fiksi ilmiah, Indra Lesmana merenung, merasa berkewajiban mencegah terjadinya perang bintang. Indra sangat paham, perang antar sesama manusia saja berakibat sangat fatal, apalagi perang antar penghuni gugusan bintang, akan lebih fatal lagi. Indra sadar bahwa masyarakat bumi belum siap. Dalam renungan, tiba-tiba Indra Lesmana merasa meluncur pada hamparan ruang maha luas yang seakan membuat waktu terhenti seketika. Tapi masih di hamparan ruang antariksa.
Kemudian masuklah kita ke lirik Bridge lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA, yang berbunyi, "Di luar angkasa janjikan sesuatu. Yang Maha Kuasa kabulkan doaku. Jangan ada perang bintang." Semakin jelaslah bahwa pada ruang maha luas seperti di luar angkasa tersebut di atas, Indra Lesmana menemukan pencerahan, "di luar angkasa janjikan sesuatu". Pencerahan yang menunjukkan bahwa hanya Yang Maha Kuasa yang mampu menghindarkan kehancuran bumi seisinya akibat perang bintang. Berdoa, memohon bantuan pada Yang Maha Kuasa adalah satu-satunya solusi. Maka Indra Lesmana pun menuliskan lirik, "Yang Maha Kuasa kabulkan doaku. Jangan ada… perang bintang."
Bridge lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA langsung disusul dengan penjelasan isi doa Indra Lesmana yang terangkum dalam Reffrein. Lirik reffrein tertuliskan, "BIARKAN KEHIDUPAN TATA SURYA, DI DALAM GALAKSI BIMA SAKTI. MEMBERIKAN WARNA ALAM SEMESTA. BIARKAN GERHANA SILIH BERGANTI, AURORA TETAP DI KUTUB BUMI. BINTANG BEREKOR BIAR JADI SAKSI." Indra Lesmana menekankan doanya agar TUHAN YANG MAHA KUASA membiarkan kehidupan tata surya di dalam galaksi Bima Sakti turut memberikan warna pada alam semesta. Membiarkan gerhana tetap terjadi silih berganti antara gerhana bulan dan matahari seperti sekarang ini. Untuk mencegah pemanasan global sehingga aurora tetap terjadi di kutub bumi. Dan membiarkan bintang berekor tidak menjadi benda angkasa yang berhasil menubruk bumi serta menjadi saksi atas doa-doa Indra Lesmana ini.
Puncak dari lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA terdapat pada sebaris lirik chorus yang berbunyi, "TERIMA KASIH, PADA… SANG PENCIPTA." Sebuah refleksi kecerdasan luar biasa bagi seorang INDRA LESMANA sehingga membuat inti lagu berupa rasa syukur pada TUHAN YANG MAHA PENCIPTA. Terpilihnya salah satu nama TUHAN yaitu SANG PENCIPTA sebenarnya juga mencerminkan keadaan spiritual Indra Lesmana. Entah disengaja atau hanya pemilihan rima semata, ungkapan terima kasih pada SANG PENCIPTA merupakan manifestasi perasaan syukur Indra Lesmana saat itu. Indra Lesmana merasa sangat beruntung telah dilahirkan, diciptakan di dunia dan menjadi seorang manusia, menjadi seorang pribadi yang bernama Indra Lesmana. Bukan menjadi orang atau sesuatu yang lain.
Begitu chorus dalam lagu AURORA ALBUM AKU INGIN INDRA LESMANA yang berisi ungkapan syukur dilantunkan, serta menganggap doanya akan dikabulkan, wajarnya manusia, Indra Lesmana yang baru saja merasakan pengalaman tak biasa, kemudian merasa terbebas dari tugas dan menikmati suasana pada saat itu. Sehingga dituliskan pada Verse 2, "KUBEBAS KUTERBANG KUMELAYANG, TANPA HARUS MENGINGAT BATAS WAKTU. MELOMPAT DALAM HAMPA UDARA, BERNYANYI DI KEHENINGAN DIMENSI." Sebuah pengalaman luar biasa andaikan ini benar terjadi. Bebas - bagai terbang melayang - tanpa rasa khawatir pada apapun termasuk pada batas waktu - bagai tengadah pada kehampaan - dan bersenandung di keheningan pada dimensi yang seolah berbeda.
Pada ketinggian alam maha luas, Indra mencoba mencari dan ditunjukkan kenyataan tentang bumi di antara tata surya. Ternyata, "BUMI YANG PERKASA, MANUSIANYA ANGKUH. KINI TAK TERASA, DAN SEKECIL BATU. DI GUGUSAN BINTANG-BINTANG." Penglihatan apa adanya itu diungkapkan lewat Reffrein 2 lagu AURORA ALBUM AKU INGIN oleh INDRA LESMANA. Melihat kenyataan itu, sejenak Indra Lesmana merenung kembali dalam gelisah dan mengulangi doa-doanya dalam Reffrein dan tetap menyertakan Chorus. "BIARKAN KEHIDUPAN TATA SURYA, DI DALAM GALAKSI BIMA SAKTI. MEMBERIKAN WARNA ALAM SEMESTA. BIARKAN GERHANA SILIH BERGANTI, AURORA TETAP DI KUTUB BUMI. BINTANG BEREKOR BIAR JADI SAKSI." "TERIMA KASIH PADA… SANG PENCIPTA."
Usai mengulangi kembali doa-doanya seperti pada Reffrein lagu AURORA ALBUM AKU INGIN, dan mengungkapkan terima kasihnya seperti pada Chorus, Indra Lesmana kembali menikmati suasana yang ada. Bagaimana rasa Indra Lesmana pada saat itu diungkapkan lewat nada-nada musiknya dalam interlude lagu aurora. Nada interludenya menggunakan lead kibor, sejenak melayang datar, kemudian bergerak sedikit cepat, tetap melayang, tak berusaha mencapai ketinggian, seperti tak ingin terlelap pada suasana yang ada, sehingga segera dilantunkan kembali lirik Bridge, "Di luar angkasa janjikan sesuatu. Yang Maha Kuasa kabulkan doaku. Jangan ada perang bintang." Kemudian melantunkan doa dalam Reffrein. Dan bersyukur kembali dengan Chorus.
Usai 3 kali memanjatkan doa dan 3 kali berucap syukur, perasaan Indra Lesmana nampak lebih tenang. Keceriaan mulai muncul, dan ini diungkapkan lewat alunan nada - nada ceria pada ending lagu. Ending AURORA ALBUM AKU INGIN bernada lebih semarak dan ceria. Nada didominasi lead gitar. Seakan melukiskan bahwa untuk sementara solusi telah ditemui, kegelisahan pun telah berlalu. Keseluruhan lagu ditutup dengan ungkapan syukur yang ke-4 kalinya lewat Coda. Dan diakhiri dengan Outro berupa efek synthesizer yang tersisa.
Wassalamu'alaikum. Mugi rahayu ingkang sami pinanggih.
Dikarang oleh : Heri ireng